the golden rule of life

Man Jadda Wajada

Kamis, 17 November 2016

DESAH JIWA

duhai kasihku,
kemarin itu adalah mimpi-mimpi

yang merangkak di sisi gelap
yang takut mendekat
pada cahaya mengkilap
saat putus asa melumpuhkan rusukku
dan berdiri tegak rasa jemu, termangu
dalam sekejap saja, ia menjauh dari benakku

elok, lebih elok dari rentang umurku
 
duhai kasihku,
malaikat ruh turun

di lingkar cahaya cinta meredup
menatapku di balik dua bola matamu
peluh matamu adalah keluh dukamu
bahasa yang mudah terbaca, bagiku

duhai kasihku,
cinta yang duduk di dalam hati

rindu yang bersandar di dada jiwa,
maha agung yang mengembalikan hidup

atas hari-hari yang serasa mati
seberkas cahaya yang menutup sembab air mata

duhai kasihku,
dulu,

setiap saat adalah malam
lalu pergi menjemput pagi, hingga siang datang
terus nyaris tak terputus,
jiwamu kan jadi dewasa

tumbuh di sela-sela detik alam raya
melampau lipatan debu bernoda

duhai kasihku,
dulu,

kehidupan adalah kesedihan
dan beralih kegembiraan
hingga menghidang kenikmatan

duhai, oh, duhai,
kerana,

kedua lengan beserta jari jemari lentik anak kecil itu
telah masuk melingkari hatiku

memeluki jiwaku
Rembang, 171116

Tidak ada komentar:

Posting Komentar